Jumat, 07 Agustus 2026
Follow:
Home
Kasus HIV di Riau Meningkat, Diskes Genjot Strategi STO
Selasa, 14 Juli 2026 - 16:52:31 WIB
  Ilustrasi AI : Kasus HIV di Provinsi Riau menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.   
TERKAIT:
   
 
KLIKRIAU.COM,PEKANBARU – Kasus HIV di Provinsi Riau menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Data kumulatif Dinas Kesehatan (Diskes) Riau mencatat 11.523 kasus sejak 1997 hingga Triwulan I-2026.

Pengelola Program HIV Diskes Riau, Egawati, mengungkapkan sebagian besar pasien masih bertahan hidup. "Dari 11.523 ODHIV tersebut, sebanyak 7.137 orang masih hidup," papar Egawati.

Namun, ia menambahkan bahwa sebanyak 4.524 orang di antaranya telah memasuki stadium AIDS.

Lonjakan kasus terlihat sangat tajam dalam empat tahun terakhir. Pada 2021 tercatat 570 kasus, lalu naik menjadi 835 kasus pada 2022, dan menembus 1.001 kasus pada 2023.

Tren terus merangkak naik dengan 1.006 kasus pada 2024 dan 1.051 kasus pada 2025. Sementara pada Triwulan I-2026, Diskes Riau telah menemukan 187 kasus baru.

Egawati menjelaskan penularan virus terjadi melalui tiga transmisi utama. Antara lain melalui darah, penularan dari ibu ke bayi, serta hubungan seksual yang tidak aman.

Guna menekan angka penularan, Diskes Riau mendorong strategi nasional "STOP". Strategi ini mencakup empat pilar: Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan kadar virus (tersupresi).

Dalam pilar "Suluh", Diskes gencar melakukan edukasi. Mereka merangkul mahasiswa, kader PKK, hingga instansi keagamaan. Pada Desember 2025, edukasi massal kepada 5.609 orang bahkan memecahkan rekor MURI.

Selain itu, sosialisasi daring melibatkan 1.152 tenaga Kementerian Agama pada Maret 2026. Mereka menjadi perpanjangan tangan untuk edukasi di masyarakat.

Untuk pilar "Temukan" dan "Obati", Diskes Riau aktif melakukan pengetesan massal. Sepanjang 2025, sebanyak 195.298 orang telah menjalani tes HIV.

Bagi warga yang positif, Diskes berkomitmen memberikan pendampingan penuh. Saat ini, sebanyak 4.222 ODHIV sedang menjalani Terapi Antiretroviral (ARV).

"Stok obat yang dialokasikan Kementerian Kesehatan dalam kondisi aman dan cukup," tegas Egawati.

Langkah terakhir adalah memastikan kadar virus ODHIV tetap tersupresi agar risiko penularan terminimalisir. Meski demikian, Egawati menegaskan bahwa penanggulangan HIV membutuhkan sinergi dari seluruh sektor masyarakat, tidak bisa hanya bertumpu pada satu instansi saja.(mcriau)

 
Berita Terbaru >>
Dinilai Beratkan Media Startup SMSI Riau Minta Permenkum Nomor 49 Tahun 2025 Dikaji Ulang
Kepala Kanwil Kemenag Riau Muliardi, Terima Dua Penghargaan dari Kanwil DJPb Riau
Allinone Cote Kenalkan Pupuk Pintar 360 Hari, Solusi Efisiensi dan Pertanian Berkelanjutan
PWI Bengkalis Soroti Respons Kepala Samsat Zulham: Pejabat Publik Wajib Terbuka pada Media
Plt Gubernur Riau Buka SIEXPO 2026, Dorong Investasi hingga Hilirisasi Industri Sawit
Menkes Soroti Polemik Cibiran Dokter terhadap Pasien BPJS
Perlis Sampaikan Ucapan Selamat untuk HUT ke- 69 Riau
Kepala SMPN 11 Pekanbaru Ajak Siswa Jadi Generasi Berkarakter
UIR Borong 11 Piagam Penghargaan LLDIKTI Wilayah XVII Riau - Kepri
HIPMI PT Dikukuhkan, Unilak Dorong Mahasiswa Jadi Pelopor Wirausaha
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2025 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : [email protected]