Sabtu, 13 Juni 2026
Follow:
Home
Indosat Business Dorong Ketahanan Siber di Tengah Lonjakan AI Fraud dan Ancaman Siber Enterprise
Rabu, 20 Mei 2026 - 19:14:12 WIB
 
 
TERKAIT:
   
 


KLIKRIAU.COM, JAKARTA -Transformasi digital yang melaju pesat di Indonesia turut dibayangi meningkatnya ancaman siber berbasis kecerdasan buatan atau AI. Kondisi ini mendorong dunia usaha memperkuat ketahanan siber agar mampu menghadapi risiko serangan digital yang semakin kompleks.

ioh.co.id? melalui Indosat Business meluncurkan whitepaper bertajuk A Business-Centric Framework for Enterprise Cyber-Resilience bersama pakar keamanan siber Charles Lim. Kajian ini menyoroti fenomena resilience gap, yakni ketimpangan antara laju transformasi digital dengan kesiapan organisasi dalam membangun ketahanan siber.

Director and Chief Business Officer IOH, Muhammad Buldansyah, mengatakan pertumbuhan ekonomi digital harus diiringi penguatan keamanan siber yang memadai.

"Cyber resilience kini bukan sekadar isu teknologi, tetapi fondasi kepercayaan dan keberlangsungan bisnis," ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Indonesia diproyeksikan memasuki fase baru ekonomi digital dengan nilai mencapai USD 340 miliar pada 2030.

Pertumbuhan itu didorong percepatan adopsi AI, cloud, IoT, fintech, dan sistem digital lintas industri. Namun, ekspansi digital juga memperbesar eksposur risiko serangan siber terhadap perusahaan.

Whitepaper tersebut mencatat lonjakan AI-related fraud hingga 1.550 persen di sektor fintech Indonesia. Modus yang digunakan meliputi deepfake hingga AI voice impersonation untuk penipuan identitas.

Charles Lim menilai ancaman siber kini berkembang jauh lebih cepat dan sulit dideteksi. Organisasi, kata dia, harus beralih dari pendekatan reaktif menuju sistem ketahanan siber yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Laporan itu juga menyoroti rendahnya kesiapan perusahaan menghadapi ancaman modern. Cisco Cybersecurity Readiness Index 2025 menunjukkan hanya 11 persen organisasi di Indonesia yang dinilai siap menghadapi serangan siber modern. Sementara kerugian akibat kebocoran data diperkirakan mencapai Rp15 miliar.

Selain membahas strategi seperti Zero Trust Architecture dan Human Firewall, whitepaper tersebut mengulas tantangan keamanan siber di berbagai sektor strategis, mulai dari finansial, manufaktur, pemerintahan hingga pendidikan.

Melalui kajian ini, Indosat Business mendorong perusahaan melihat ketahanan siber sebagai bagian penting dari strategi transformasi digital dan daya saing bisnis jangka panjang di era AI.*


Editor: Bis

 
Berita Terbaru >>
Perkuat Sinergi, PHR dan Mitra Kerja Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan di Area Operasi North
Pemko Pekanbaru dan KI Riau Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik
Hati-Hati Penipuan! Kanwil Kemenag Riau Bantah Ada Pungutan dari Kakanwil
Magang PHR Batch 9: Peluang Belajar, Berkarya, dan Berkontribusi
Jadi Narasumber di Kompas TV, Afni Bicara Strategi Keterlibatan UMKM Lokal di MBG
Jelang Kepulangan ke Tanah Air, Jemaah Haji Kloter BTH 10 Khatam Al-Qur’an dan Gelar Doa Bersama
Kabar Duka, Lamitun Manrejo Adam binti Manrejo, Jemaah Haji Asal Rokan Hilir Wafat di Batam

444 Jemaah Haji Kloter BTH-09 Asal Bengkalis dan Pekanbaru Tiba di Batam, Mayoritas Tercatat Mengidap ISPA
Nokia dan IOH Kolaborasi Tingkatkan Jaringan 5G di Indonesia
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2025 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : [email protected]