Sabtu, 13 Juni 2026
Follow:
Home
Nikel di Sultra Milik Semua Rakyat Sultra, Pemerintah Harus Lebih Adil
Ahad, 24 Maret 2024 - 10:45:12 WIB
  Rusmin Abdul Gani(ist)  
TERKAIT:
   
 
Oleh : Rusmin Abdul Gani

*Ketua Umum PB HIPTI* CEO Anawonua Group. *Dewan Pembina DPP PJS

INDUSTRI tambang nikel di Sulawesi, khususnya di Sulawesi Tenggara, memainkan peran penting dalam kemajuan ekonomi lokal dan nasional serta memiliki dampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi global. Oleh karena itu, keterlibatan dan kehadiran negara melalui kementerian ESDM dan Kementerian Investasi/BKPM sangat dibutuhkan sebagai kontrol, evaluator, dan regulator.

Pada tahun 2022, total nilai ekspor nikel dari Sulawesi Tenggara mencapai US$4,8 miliar, menunjukkan pentingnya sektor ini bagi ekonomi lokal dan nasional. Ini juga menjadi indikator utama bagi peningkatan lapangan pekerjaan, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di provinsi tersebut.

Namun, aktivitas tambang di Sulawesi Tenggara mengalami kelesuan dan kemandekan dalam beberapa titik terakhir. Hal ini diduga kuat karena dicabutnya dua ribuan lebih Izin Usaha Pertambangan (IUP) oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal melalui Satgas Penataan Penggunaan Lahan dan Penataan Investasi.

Secara pribadi, saya sebagai praktisi ekonomi menilai bahwa penertiban IUP pada beberapa daerah dan titik koordinat yang tidak beroperasi atau memiliki status yang tidak jelas perlu ditertibkan untuk mencegah pelanggaran. Namun, perlu diperhatikan bahwa ada IUP yang luput dari penertiban dan sebaliknya ada IUP yang masih layak beroperasi namun diberhentikan tanpa penelurusan lebih dalam.

Hal ini dapat menguatkan potensi adanya kewenangan Satgas yang disalahgunakan atas IUP yang bertendensi kuat pemiliknya punya hubungan dekat dengan beberapa pihak yang masuk dan berada dalam SATGAS tersebut. Saya merasa cemas jika kewenangan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo pada Satgas dimanfaatkan untuk keuntungan sepihak sebagian kelompok tertentu yang berada di dalamnya.

Oleh karena itu, diperlukan pengkajian ulang atas IUP yang sudah ditertibkan untuk menstimulus aktivitas Industri tambang di Sulawesi Tenggara. Diperlukan juga profesionalisme dari Kementerian terkait dalam mengeluarkan keputusan-keputusan atas aktivitas tambang di provinsi tersebut. Serta dibutuhkan sinergitas antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat lokal dalam mengawal semua aktivitas tersebut agar berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan dan tentunya dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang terlibat.

Dengan demikian, kita bisa mengharapkan kembali beroperasinya aktivitas tambang yang sebelumnya terputus karena beberapa izin yang belum terbit, agar roda ekonomi dan sektor-sektor pendukung lainnya bisa berjalan dengan kondusif dan stabil.(*)

 
Berita Terbaru >>
Perkuat Sinergi, PHR dan Mitra Kerja Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan di Area Operasi North
Pemko Pekanbaru dan KI Riau Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik
Hati-Hati Penipuan! Kanwil Kemenag Riau Bantah Ada Pungutan dari Kakanwil
Magang PHR Batch 9: Peluang Belajar, Berkarya, dan Berkontribusi
Jadi Narasumber di Kompas TV, Afni Bicara Strategi Keterlibatan UMKM Lokal di MBG
Jelang Kepulangan ke Tanah Air, Jemaah Haji Kloter BTH 10 Khatam Al-Qur’an dan Gelar Doa Bersama
Kabar Duka, Lamitun Manrejo Adam binti Manrejo, Jemaah Haji Asal Rokan Hilir Wafat di Batam

444 Jemaah Haji Kloter BTH-09 Asal Bengkalis dan Pekanbaru Tiba di Batam, Mayoritas Tercatat Mengidap ISPA
Nokia dan IOH Kolaborasi Tingkatkan Jaringan 5G di Indonesia
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2025 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : [email protected]