Jumat, 07 Agustus 2026
Follow:
Home
Rey, Sebuah Kota di Persia Tempat Kelahiran Ilmuwan Islam di Iran
Minggu, 26 April 2020 - 04:56:01 WIB
 
 
TERKAIT:
   
 
IRAN - Setelah Islam tersebar di jazirah Arab, wilayah pertama non-Arab yang berhasil dikuasai umat Islam adalah Persia. Berbarengan dengan runtuhnya kekaisaran Persia, Islam pelan-pelan menemukan pelabuhan barunya di wilayah ini.

Begitu juga dengan penduduknya, banyak dari mereka yang akhirnya menganut Islam. Dengan cepat, Islam berkembang di Persia. Daerah tersebut menjadi jembatan bagi agama ini untuk menjamah Asia Tengah dan India, sampai akhirnya datang ke Indonesia.

Bertemunya tradisi berpikir Persia dengan Islam memungkinkan umat Muslim untuk membangun peradaban dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Tak berselang lama lahirlah kota-kota legendaris seperti Samarkand, Bukhara, Nishapur, Thus, dan salah satunya adalah Rey.

Kota Shahr-e Rey - atau pendeknya Rey, di Iran, mungkin sedikit terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Akan tetapi, jika mendengar kata Rhazi, para penikmat sejarah Islam akan langsung merasa terkoneksi dengan tokoh-tokoh Islam yang mempunyai nisbat di akhir namanya al-Rhazi.

Memang faktanya demikian, sebutan Rhazi zaman dahulu, merujuk pada kota Rey sekarang ini. Dikutip dari Alif.id, kota Rey adalah kota legendaris yang melahirkan banyak tokoh Islam terkemuka yang dikenal dunia.

Sebut saja Fakhruddin al-Razi seorang ahli tafsir, Zakarya al-Razi seorang ahli kimia, dan Ibnu Hatim al-Razi seorang ahli hadis, adalah beberapa tokoh Islam yang lahir di kota ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa Rey dahulu adalah salah satu kota besar di Persia dimana ilmu pengetahuan tumbuh subur.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, kemasyhurannya mengundang orang untuk datang ke kota tersebut dan mengambil manfaat darinya. Bahkan, Rey pernah didapuk untuk menjadi ibukota dinasti Seljuk pada masa Abbasiyah.

Saat itu raja Seljuk memindahkan pusat kekuasaannya dari Nishapur ke Rey yang secara tidak langsung lebih dekat dengan Baghdad. Akan tetapi, setelah penyerangan pasukan Mongol yang membabi buta, kota ini sedikit demi sedikit kehilangan pengaruhnya.

Hal tersebut berlangsung sampai sekarang. Kejayaan Rey sebagai pusat ilmu pengetahuan tidak pernah kembali. Saat ini, kota Rey hanya menjadi kota kecil di sebelah selatan Teheran, meleburkan menjadi bagian dari ibukota Iran.

Rey adalah cikal bakal lahirnya Teheran. Zaman dahulu Rey adalah kota besar dan Teheran hanya perkampungan kecil yang terletak di kaki gunung Alborz. Saat ini justru sebaliknya, Teheran menjadi kota besar, sedangkan Rey berubah menjadi distrik kecil yang secara administrasi di bawah otonomi Teheran.

Walaupun kini hanya menjadi kota kecil di sudut Teheran, tetapi Rey masih memiliki pesonanya. Napak tilas kota penting abad pertengahan yang telah melahirkan banyak ulama dan ilmuwan yang berpengaruh di dunia Islam pasti menjadi pengalaman wisata yang tak terlupakan.***

 
Berita Terbaru >>
Dinilai Beratkan Media Startup SMSI Riau Minta Permenkum Nomor 49 Tahun 2025 Dikaji Ulang
Kepala Kanwil Kemenag Riau Muliardi, Terima Dua Penghargaan dari Kanwil DJPb Riau
Allinone Cote Kenalkan Pupuk Pintar 360 Hari, Solusi Efisiensi dan Pertanian Berkelanjutan
PWI Bengkalis Soroti Respons Kepala Samsat Zulham: Pejabat Publik Wajib Terbuka pada Media
Plt Gubernur Riau Buka SIEXPO 2026, Dorong Investasi hingga Hilirisasi Industri Sawit
Menkes Soroti Polemik Cibiran Dokter terhadap Pasien BPJS
Perlis Sampaikan Ucapan Selamat untuk HUT ke- 69 Riau
Kepala SMPN 11 Pekanbaru Ajak Siswa Jadi Generasi Berkarakter
UIR Borong 11 Piagam Penghargaan LLDIKTI Wilayah XVII Riau - Kepri
HIPMI PT Dikukuhkan, Unilak Dorong Mahasiswa Jadi Pelopor Wirausaha
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2025 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : [email protected]